|     N e w s     |     The Batik     |     F A Q     |
Teras Toko online
  Cari Batik      
  Masukkan Kode Batik :
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Testimoni
9 comments terbaru


Nama :
Email :
Comments :
5 digit nomor di atas :



Arsip Berita





















































Batik Pekalongan Diminati Masyarakat Dunia


Keberadaan batik sebagai warisan budaya tak benda ternyata diminati masyarakat dunia, karena itu keberadaannya harus senantiasa dilestarikan. Demikian disampaikan oleh Direktur UNESCO dalam bidang Pusat Warisan Budaya (World Heritage Center), Francesco Bandarin saat berkunjung di Museum Batik dan Kampung Batik Kauman Pekalongan (21/11).

"Pekalongan sudah sangat terkenal, apalagi jika dikaitkan dengan penghargaan UNESCO terhadap batik sebagai warisan budaya tak benda bagi bangsa Indonesia" kata Francesco Bandarin.

Rombongan dari UNESCO itu langsung dipimpin Direktur bidang Pusat Warisan Budaya (World Heritage Center), Francesco Bandarin dan Perwakilan kantor UNESCO Jakarta, Masanori Nagaoka. Di kampung batik kauman rombongan tersebut juga sempat melihat-lihat proses pembuatan batik di Rumah Batik Kauman Pekalongan.

Francesco Bandarin mengakui, kunjungannya ke Pekalongna ini adalah dalam rangka misi UNESCO untuk mendalami kebuyaan dunia dan kunjungannya berkaitan dengan batik sebagai warisan budaya tak benda. Ditambahkannya keberadaan Batik kedepan akan semakin penting bagi masyarakat Pekalongan, karena batik kian diminati oleh masyarakat dunia dan menjadi salah satu sarana untuk mensejahterakan warganya. "Kunjungan ke Pekalongan ini juga sekaligus unutk memastikan bahwa batik sebagai warisan budaya tak benda benar-benar dilindungi", ucapnya.

Sementara itu Walikota Pekalongan, dr HM Basyir Ahmad berharap batik dan museum batik ini akan lebih dikenal dunia. "Jika batik dikenal dunia mudah-mudahan kedepan akan ada kerjsama dengan museum dunia. Dengan demikian museum kita akan lebih cepat maju", tegas Basyir.

Pada Minggu (20/11) malam saat pesta selamat datang bagi rombongan dari UNESCO ke Kota Pekalongan, Basyir juga mengharapkan kepada UNESCO agar batik bisa lebih dikenalkan di dunia supaya makin berkembang. "Bantuan sejumlah 12 ribu dollas AS untuk pembuatan buku dan film yang diberikan kepada kami akan sangat membatu dalam pelestarian dan pengembangan batik", tambahnya.

Akhirnya semoga anggaran ini benar-benar bisa bermanfaat bagi seluruh pengrajin batik di Pekalongan dan tidak hanya berpihak kepada segelintir orang yang dekat kekuasaan saja.



Belum ada Komentar, Isi komentar :
Nama
Email
Comment
Kode captcha
 
 
 
Supported by
 

Copy Right : BATIK PARASANTIQUE PEKALONGAN © 2013
Jl. Molek Baru no. 9
Villa Binagriya Pekalongan
HP: 0811520811
PIN: 286B7E9A atau 5E99464D
email: parasantique@gmail.com

rss feed rss feed rss feed         rss feed

Ping your blog, website, or RSS feed for Free

My Zimbio
Check PageRank


2017-12-17 16:57:03 freewebsubmission Markup Validator Parasantique Wikimapia Direktori Web Online - Kirim Submit Url Parasantique on IndonesiaYP